Selamat Datang di Website Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua

Penyuluh Perbendaharaan sebagai guru untuk K/L

Jakarta, djpbn.kemenkeu.go.id – Peran Ditjen Perbendaharaan melalui kantor vertikal nya didaerah yaitu KPPN dan Kanwil sebagai guru diperlukan oleh Satker dari Kementerian/ Lembaga.

Peyuluh perbendaharaan hadir untuk mendedikasikan diri menjalankan peran tersebut. Melengkapi beberapa daerah yang belum memiliki cukup penyuluh perbendaharaan, Direktorat Sistem Perbendaharaan menyelengarakan Diklat Penyuluh Perbendaharaan tahun 2015 (11/08).

Tugas penyuluh perbendaharaan cukup berat, karena materi penyuluhan perbendaharaan sangat banyak dan beragam, juga permasalahan yang timbul juga relative kompleks. Penyuluh perbendaharaan harus memahami peraturan tentang bagaimana menyusun RKA K/L dan membuat usulan revisi DIPA, bagaimana cara pengadan barang dan jasa, proses pembayaran atas beban APBN, pembuatan laporan keuangan, sampai dengan pertanggungjawaban keuangan, termasuk aplikasinya. Dibutuhkan pegawai dengan kompetensi mumpuni, professional dan berintegritas. “ketika kita mempunyai kopetensi yang lebih tinggi maka akan mendapat nilai yang lebih baik, tugas advising yang dilakukan bukan hanya untuk index kinerja yang naik namun lebih dari itu akan memiliki nilai ibadah” kata Dirjen Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono.

Regulasi dan Aplikasi pada pelaksanaan pengelolaan keuangan Negara sering kali berubah mengikuti dinamika tuntutan pelayanan publik. Implementasi akuntansi berbasis akrual di tahun 2015 dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi SAIBA sebagai tools-nya. Begitu juga SPAN yang telah well run perlu penjabaran dan penjelasan lebih rinci pada satker di daerah. Penyuluh Perbendaharaan bak pelita yang menemani dan berbagi pengetahuan semua hal mengenai pengelolaan keuangan negara.

Oleh : Media Center Ditjen Perbendaharaan