Selamat Datang di Website Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua

Focus Group Discussion (FGD) BIdang PPA II dengan Tema : Satukan tekad dan langkah membangun Ekonomi Papua yang mandiri dan sejahter


Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPB) Provinsi Papua menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) melalui coffee morningdengan tema “Satukan tekad dan langkah membangun ekonomi papua yang mandiri dan sejahtera”. Hadir sebagai pembicara adalah Dr.Hans Z Kaiwai, SE, M.Sc  yang merupakan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih sekaligus sebagai Ekonom
Kementerian Keuangan – Regional Papua yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan di wilayah Provinsi Papua. Dalam acara tersebut Kanwil DJPB Provinsi Papua turut pula mengundang pihak-pihak dari BPS Provinsi Papua, Perwakilan BI Papua, BPKAD Papua, Bappeda Papua serta Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Papua Maluku.
Sebagai pembuka, Drs. Tiarta Sebayang, MM, Kakanwil DJPB Papua mengatakan bahwa latar belakang dilaksanakannya FGD ini adalah kondisi perekonomian Indonesia saat ini dihadapkan pada situasiyang tidak menentu, sebagai akibat dari ketidakpastian perekonomian global. Perlambatan ekonomi Tiongkok berimbas pada melemahnya nilai tukar Rupiah, sehingga menyebabkan naiknya harga-harga barang dalam negeri,   

sebab sebagian besar bahan baku industri diperoleh dari impor. Padahal pada saat yang sama daya beli masyarakat mengalami penurunan.
Di tengah ketidakpastian global saat ini, APBN dapat diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta menjaga stabilitas keuangan di Indonesia. Kakanwil juga menambahkan, Papua turut pula terkena dampak sehingga penyerapan belanja APBN menjadi rendah. Dari hasil identifikasi seluruh KPPN yang berada di seluruh wilayah Provinsi Papua, terdapat beberapa permasalahan yang menghambat penyerapan anggaran. Permasalahan tersebut diantaranya keterbatasan SDM pengelola keuangan dan pengadaan barang/jasa, adanya perubahan struktur organisasi K/L menyebabkan keterlambatan penunjukan pejabat pengelola perbendaharaan.

Kakanwil DJPB Provinsi Papua beserta jajaran tetap optimis bahwa target realisasi belanja dapat tercapai sampai dengan akhir tahun anggaran. Hal ini berdasarkan data historis tahun-tahun sebelumnya yangmenunjukkan bahwa penyerapan anggaran si wilayah Provinsi Papua senantiasa berada di atas kisaran 90%. Berdasarkan hasil pemantauan, rendahnya penyerapan belanja modal terutama karena pembayaran harus sesuai dengan kemajuan fisiknya.


Sementara itu, Hans Z Kaiwai dalam materinya mengakui bahwa perkembangan perekonomian global Tahun 2015 nampaknya belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Terdapat beberapa risiko yang harus diwaspadai antara lain harga komoditas global yang memiliki volatilitas tinggi dan cenderung melemah. Dalam kesempatan yang sama, ekonom dari BI mengatakan bahwa perekonomian Papua sebagian besar bergantung dari hasil pertambangan, untuk itu perlu diversifikasi dalam menggali sektor-sektor unggulan lainnya seperti pariwisata dan sektor produktif lainnya. 
Sebagai penutup dari FGD, Kakanwil DJPB Papua mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh hadirin dan undangan, diharapkan kedepannya kegiatan diskusi ini perlu senantiasa diselenggarakan guna meningkatkan kapasitas serta sharing informasi sehingga dapat dijadikan informasi guna mengantisipasi berbagai hambatan khusunya dalam bidang fiskal dan moneter.