Perbedaan Papua dengan kota besar di Indonesia

By | Juni 1, 2017

Perbedaan Papua dengan kota besar di Indonesia

Ketika mendengar nama “Papua”, sebagian orang Indonesia selalu mengaitkannya dengan kehidupan tradisional. Bahkan, ada orang yang jangankan memikirkan untuk tinggal di Papua, pergi berkunjung ke pulau tersebut pun ada yang masih tidak bersedia karena paradigma tersebut.

Ada juga orang yang berpikir karena masyarakat Papua masih kurang modern, ketika mereka berkunjung ke Papua, mereka membekal beras dan bahan makanan lain karena “katamya” orang Papua hanya makan sagu dan ulatnya. Namun ketika Anda tiba disana, jangan kaget bila Anda bisa menemukan supermarket bahkan restoran – restoran. Papua tetap mengikuti perkembangan zaman, namun memang ada hal – hal yang mungkin berbeda, seperti makanan khas dengan kota – kota besar lain di Indonesia.

Ada yang mengatakan bahwa Papua isinya hanya ada hutan saja. Tentu saja hal ini merupakan mitos. Papua adalah Pulau yang sangat besar dan dibagi menjadi 2 provinsi, yaitu Papua dengan ibukota Jayapura dan Papua Barat dengan ibukota Manokrawi. Sama halnya dengan provinsi – provinsi di Indonesia, provinsi di Papua pun terdiri dari berbagai kabupaten dan kotamadnya.

Kota – kota seperti Jayapura, Sorong, Manokrawi, Biak, Merauke, Fak-fak, Wamena dan kota lainnya sudah berbentuk kota selayaknya kota pada umumnya di Indonesia. Kota – kota tersebut sudah memiliki jalan raya, pasar tradisional, supermarket, pusat hiburan, rumah sakit dan fasilitas lain seperti listrik dan air yang semuanya sudah memadai. Ekonomi kota kota besar disana sudah sangat modern.

Di Kota Jayapura juga sudah ada bioskop XXI sebagai salah satu tempat yang menyediakan hiburan. Bahkan jaringan internet pun sudah ada di kota – kota tersebut. Tapi, tidak dipungkiri bahwa sebagian daerah Papua memang masih tertutup hutan. Tidak seperti sebagian kota – kota besar di Indonesia yang hutannya tinggal sedikit atau bahkan tidak memiliki hutan lagi. Sudah ada gambaran kan bahwa Papua itu tidak hanya berisi hutan?

Selain itu, sebagian orang berpikir bahwa bila kita ke Papua, kita akan melihat seluruh masyarakat Papua akan memakai koteka. Dan ini pun mitos. Mungkin sebagian suku asli Papua yang tinggal di pedalaman memang masih menggunakan koteka dan pakaian adat mereka yang lain, tetapi seperti yang telah diungkapkan sebelumnya bahwa sebagian daerah di Papua pun sudah merupakan kota yang tentu saja mempengaruhi cara berpakaian masyarakat sekitar.

Cara berpakaian masyarakat kota sudah menyesuaikan dengan cara berpakaian orang – orang kota pada umunya. Bahkan mereka pun mengikuti perkembangan mode dan memakai pakaian yang sedang trend saat ini. Anda bisa menemukan banyak gerai pakaian ternama seperti Ramayana, Levi’s dan planet surf. Akan sangat jarang bagi Anda untuk menemukan masyarakat Papua menggunakan koteka di kota – kota di daerah Papua.

Yang selanjutnya akan saya bahas mungkin merupakan salah satu hal yang menonjol dari Papua bila dibandingkan dengan kota – kota besar lain di Indonesia. Berbeda dengan kota – kota besar lain yang bisa menemukan kebutuhan hidup mereka dengan mudah dan murah, untuk hal pemenuhan kebutuhan hidup di Papua ini bisa dibilang mahal. Barang – barang yang dijual di Papua lebih mahal daripada harga pasaran di Indonesia pada umumnya.

Hal ini disebabkan karena semua barang harus dikirim dari pulau Jawa atau kota besar lainnya. Intinya, semua barang harus diterbangkan dengan pesawat.

Hal inilah yang membuat biaya kirim menjadi sangat mahal dan tentu saja mempengaruhi nilai jual akhir barang tersebut. Harga barang di Papua ini bisa 2 sampai 3 kali lipat dari harga di Pulau Jawa. Misalkan saja untuk air minum kemasan yang di Jawa dijual dengan harga Rp 1000, di Papua harganya bisa menjadi Rp 3000, dan bila semakin ke pedalaman, bahkan bisa mencapai Rp 7000.

Oleh karena itu, orang – orang yang bekerja di Papua akan berpenghasilan lebih besar pula daripada Anda yang bekerja di Jawa. Tapi tetap saja bila dibandingkan dengan harga – harga disini, gaji yang mereka dapat pun tidak bisa dibilang besar.

Berbeda dengan masyarakat kota besar lain di Indonesia, sebagian masyarakat Papua masih mempunyai kebiasaan buruk yang suka minum – minum. Mereka terbiasa meminum minuman beralkohol dalam jumlah banyak hingga mabuk bahkan di siang hari. Jangan heran bila Anda menemui orang mabuk dengan sikap yang aneh – aneh dan konyol di jalanan.

Namun, Pemerintah Daerah memberlakukan larangan khusus mengenai peredaran minuman keras di beberapa daerah Papua, seperti Raja Ampat yang tidak memperbolehkan orang untuk menjual minuman keras dan memberikan minuman keras kepada masyarakat.

Pernahkah Anda mendengar malaria? Malaria merupakan penyakit endemik yang sangat ditakutkan oleh masyarakat termasuk juga oleh masyarakat Papua. Bukan tanpa alasan penyakit ini ditakuti. Karena malaria dapat menyebabkan kematian dan hingga saat ini belum ada obat penangkalnya kecuali pil kina. Dan apabila Anda berkunjung ke Papua, memang perlu ekstra hati-hati karena memang daerah ini rentan terkena malaria.

Gejala penyakit ini adalah demam pada pagi hingga siang hari kemudian menggigil hebat pada sore hingga malam hari. Gejala lainnya adalah merasakan sakit kepala dan mual yang luar biasa. Apabila mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan tersebut, segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Satu hal lagi yang berbeda dari Papua adalah kualitas pendidikannya. Kurikulum di Papua bisa dikatakan tertinggal jauh dengan kurikulum kota – kota besar lain, terutama Jawa. Kurikulum yang ada di Papua pun tidak pernah diperbarui mengikuti perkembangan. Tradisi lokal di pedalaman tidak terbiasa dengan sekolah sehingga motivasi belajar siswa pun menjadi rendah.

Selain itu, untuk mencapai sekolah pun harus ditempuh dengan waktu yang lama karena umumnya jarak sekolah dengan rumah-rumah siswa sangat jauh. Keadaan itu pun diperparah dengan kualitas guru yang masih rendah. Sulit mencari sarjana yang bersedia menjadi guru di Papua. Sehingga kompetensi guru di daerah-daerah Papua pun masih kurang terutama dalam hal pengajaran dan keilmuwan.

Itulah beberapa perbedaan Papua dengan kota-kota besar lain di Indonesia. Walaupun memang bisa dibilang masih tertinggal dengan Jawa, tetapi Papua adalah tanah yang indah dan menyenangkan untuk ditinggali. Semoga kedepannya pembangunan negeri ini bisa merata dan meluas hingga ke pelosok-pelosok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *