Berapa Sih Biaya Hidup di Kota Papua

By | Januari 16, 2018

Berapa Sih Biaya Hidup di Kota Papua

Sudah bukan hal aneh lagi bahwa biaya hidup di Papua itu mahal. Bahkan Jayapura adalah salah satu kota dengan biaya hidup termahal di Indonesia. Bahkan ada guyonan yang mengatakan bahwa harga kangkung mencapai Rp 15.000 seikatnya di Papua karena harus dibawa pakai pesawat.

Bagi yang sudah pernah mengunjungi tanah Papua pasti pernah merasakan fenomena tersebut. Jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia (terutama Jawa), hidup di Papua memang berbeda jauh. Harga barang yang dijual di Papua bisa mencapai 3 sampai 4 kali lipat dari harga yang dijual di Jawa. Bisa dibayangkan begitu berbeda jauhnya hidup di Papua dengan di Jawa. Sudah minim fasilitas, barang-brang yang dijual pun harganya sangat mahal.

Banyak faktor yang menyebabkan harga – harga kebutuhan hidup di Papua menjadi mahal. Mungkin kita berpikiran bahwa harga mahal ini bisa jadi karena ada permainan dari tengkulak atau distributor besar. Tapi ternyata pedagang besar disana juga menjadi korban harga mahal tersebut. Jadi, dimanakah letak penyebab terjadinya harga mahal tersebut? Transportasi adalah alasan terbesar yang mempengaruhi harga mahal di Papua, mungkin juga adanya fluktuasi ekonomi yang tak seimbang antara Jawa dan Papua. Lihat Papua vs Kota besar di Indonesia

Semua barang kebutuhan dikirim dari pulau Jawa dengan menggunakan pesawat karena belum banyak barang-barang yang diproduksi di Papua. Karena itulah harga barang di Papua lebih mahal 3 sampai 4 kali lipat dari harga di Pulau Jawa. Ya, distribusi adalah alasan mengapa harga barang – barang di Papua sangat mahal. Untuk hidup disini, rata- rata biaya hidup dalam satu keluarga di Papua adalah Rp 6.939.057.

Berbicara tentang harga  barang – barang yang dijual, seperti yang telah diuraikan sekilas di atas, menurut kita yang tinggal di Pulau Jawa memang benar – benar tidak wajar. Misalnya saja harga air kemasan segelas yang dipulau Jawa hanya Rp 500 rupiah saja, di Papua bisa seharga Rp 3000 sampai Rp 4000.

Bahkan ada liputan yang menyebutkan harga air kemasan gelas hampir mencapai harga Rp 7500. Harga mahal ini berlaku untuk semuanya. Makanan, keperluan hidup dan barang – barang lainnya. Bahkan bila Anda ingin makan nasi Padang disini, harganya mencapai 60.000. Tentu saja harga tersebut tergolong mahal karena di Pulau Jawa kita bisa mendapatkan nasi Padang hanya dengan harga Rp 15.000 sampai Rp 20.000 saja.

Itu tadi harga – harga barang kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari – hari. Sama halnya dengan kita, di Papua pun juga membutuhkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Sekarang bagaimana dengan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijual di Papua? Harga BBM disini mencapai Rp 20.000 sampai Rp 80.000 per liternya.

BBM di tanah Papua pun bagaikan hujan yang dinanti dikala kemarau. Masyarakat sana menanti kapan BBM akan datang. Sudah mahal, BBM pun langka dan jarang. Yang membuat makin miris, semakin terpencil daerahnya maka harga jual BBM pun akan semakin mahal. Karena ini pula harga BBM di Papua tidak stabil.

Dampak harga mahal di Papua pun mempengaruhi nilai Rupiah yang beredar. Rupiah dengan nominal kecil sudah tidak begitu dianggap karena tidak bisa dipakai untuk membeli apapun. Uang dengan pecahan Rp 500, Rp 1000 dan Rp 2000 tidak berarti di tanah Papua. Tentu saja bukan salah masyarakat Papua, tetapu memang karena harga brang – barang yang mahal tersebut yang menyebabkan hal tersebut.

Fenomena lain yang terjadi disini adalah gaji pegawai di Papua. Apabila ada lowongan perkerjaan ke Papua, yang paling menonjol adalah gajinya. Sebagai contoh, bila di daerah lain untuk sebuah pekerjaan seseorang mendapatkan gaji 2jt per bulan, maka di Papua gaji yang ditawarkan bisa mencapai 8jt sampai 10jt.

Mungkin nilai tersebut terlihat besar bagi kita yang tinggal di Pulau Jawa, tetapi bila kita mempertimbangkan harga – harga yang ada di Papua, gaji sebesar itu pun tidak benar – benar besar. Hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan per bulannya.

Untuk mengetahui ilustrasi hidup di papua selama sebulan. Mari kita hitung kebutuhan untuk makan sebagai contoh. Misalkan setiap hari kita makan dengan Nasi Padang yang harga per porsinya adalah Rp 60.000 sekali makannya, dan dalam sehari biasanya kita makan 3 kali, berarti per hari minimal uang yang kita keluarkan untuk makan adalah Rp 180.000. Itu pun belum termasuk apabila kita ingin minuman lain selain yang disajikan secara gratis.

Untuk makan saja, dengan perhitungan Rp 180rb perharinya kita kalikan 30 hari, maka yang harus kita keluarkan untuk makan satu bulannya adalah Rp 180rb x 30 = Rp 5.4 Jt. Wow… Jumlah yang tentu saja tidak bisa dibilang sedikit. Belum lagi akan ada kebutuhan hidup yang lain misalnya membeli perlengkapan mandi yang habis, perlengkapan rumah yang habis atau belanja pakaian dan lain – lain.

Jadi bisa disimpulkan walaupun mendapatkan gaji Rp 10jt perbulan di Papua, jumlah tersebut biasa – biasa saja dan tidak terlalu besar.

Hal yang sungguh ironi mengingat Papua sebenarnya bisa semakmur daerah lain karena daerah ini diberkahi dengan emas dan batu – batuan alami yang melimpah. Hanya saja kekayaan alam tersebut sejak zaman orde baru dimulai sudah lari ke kantong – kantong negara lain. Sungguh disayangkan memang. Jadi bila Anda berencana mengunjungi tanah Papua ini, jangan kaget dengan harga – harga yang ada disana. Dan tentunya sediakan budget layaknya liburan ke luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *